G
a
l
l
e
r
y

CaTLio BLoG v5.0
in CaRTooN CHaRaCTeR eDiTioN

presents his all-time-favourite cartoon characters

 
  Tuesday, February 02, 2010
THE END OF LAKESIDE, GOMBAK AND CCK UNITED

Malam ini gue memulai proses membersihan rumah sekaligus merapihkan barang2 gue untuk acara pindahan yang rencananya akan gue lakukan secara bertahap selama satu bulan ke depan. Sejak 6-7 tahun lalu, gue menyewa rumah bersama-sama dengan teman2 yang tentunya punya kebiasaan dan adat masing2. Ada yang sukanya cuma minum coca cola, ada yang suka melempar kucing keluar jendela, dan ada yang suka nanya mbak "Hi Miss, I want to make a credit card". Rumah ini sudah berpindah dari Lakeside, lalu ke Bukit Gombak dan terakhir Choa Chu Kang.

Orang-orang yang ktpnya pernah mencantumkan rumah ini sebagai tempat tinggal:
1. Fadil
2. Cay
3. Messa
4. Etu
5. Olli
6. Leo
7. Monang
8. Aki.
9. Dicky.
10. Roni

Biasanya sih 3-6 orang tinggal dalam waktu bersamaan. Ternyata jumlahnya sama gue pas 11, pas buat bikin tim bola.

Nah, satu kesamaan dari semua yang tinggal adalah kita tidak punya skill housekeeping yang baik. Mungkin sebenernya punya, tapi setelah tinggal sama2, ya biasanya skill itu ...mmm...punah sementara (biasanya skill itu kembali setelah melepaskan diri dari rumah). fakta tersebut ditambah dengan kebiasaan aneh saya yang jarang membuang barang (kebalikan dari manusia no. 6), setiap pindahan biasanya banyak barang2 aneh yang ikut terbawa (yang kadang milik orang yang udah gak tinggal di rumah itu lagi).

Karena gue harus memangkas jumlah barang2 milik (Secara rumah yang nanti akan saya tempati tidak punya gudang), saya terpaksa membuka kardus2 yang selama ini cuma ikut dipindahkan tanpa tau persis isinya apa. Dan itu adalah sebuah pengalaman yang cukup menarik. Walaupun kebanyakan barang2 saya, tapi ada juga barang2 orang lain yang tertinggal di dalamnya.

Di atas kotak pertama, ada helikopter remote control. Gue cukup bingung karena gue tidak begitu mengerti kenapa ada diantara kami yang interested main remote kontrol (mungkin ada salah satu di antara kami yang berpikir untuk menggantikan peran MRT dengan helikopter ini). I put that aside. Di bawah helikopter ini, ada tas Louis Vuitton gede banget. Kalau ini asli, gue yakin harganya sekitar gaji SBY Sebulan (gajinya SBY berapa sih?) Gue cukup deg2an untuk membukanya karena gue takut menemukan kolor aneh atau koleksi filem yang ya bukan selera gue lah.

Lalu ketika kotak pertama dibuka, bagian paling atas itu tempat suratnya Fadil (minus bautnya, jadi semua komponen ada tapi gak bisa diassemble). Di bawahnya ada kucing mati. Hehehe, bercanda. Tentunya kita semua satu rumah tau kalau kucing itu dibuang salah satu penghuni rumah keluar jendela.

Di bawah itu isinya penuh dengan CD. Ada drama korea (punya Jenk2 atau Leo, gue gak tau), CD installer asli (asli bajakan), CD dengan tulisan tangan messa (film2 klasik), CD musik klasik (gue gak tau siapa yang dengerin), CD game XBOX, CD dokumentasi IAF, beberapa CD filem (AADC, misalnya. Ah berapa kali gue nonton filem ini dulu.) Tentunya CD paling populer, CD Winning Eleven Play Station. There is a complete set from Winning Eleven 2000 up to 2008. Awesome.

Di bagian terbawah, ada beberapa buku komik, FHM versi luar negeri dan bill telepon.

Tentunya sebagian besar barang itu punya gue. Gue menemukan beberapa benda menarik, seperti bungkus bantal yang ada fotonya (barang ini gue pake buat naruh CD2 di atas terus gue buang. Kecuali CD messa yang sempet gue copy dulu isinya). Ada beberapa kartu ucapan selamat (yang gue simpan buat besok gue masukan ke mesin penghancur kertas). Lalu ada kumpulan tiket nonton gue sejak gue pertama di Singapore (ada film Tarzan, Harry Potter, Kate and Leopold dan Eight Legged Freak). Ada skripsi gue dan ada beberapa foto yang membuat gue takjub dengan kurusnya badan gue saat itu. Dan ada tagihan bill starhub sejumlah 4,000 dollar (taelah).

Kotak kedua gak banyak isinya, cuma foto2, kaus citusressmo, stagen, kabel power PC dan beberapa bungkus Mie Cintan, Vitacimin dan Nutrisari. Gak ada tulisan expiry date, cuma itu semua udah jadi sarang serangga yang mungkin nama spesiesnya aja belum ditemukan. Oh ya, paling bawah ada duit 1000 dollar (1)

Buat yang di tagged ditulisan ini dan tidak tinggal bareng gue lagi, coba diingat siapa tau kalian masih ada yang dititipin di rumah ini, kalau berharga ya boleh kasih tau gue, kalau ketemu gue simpenin nanti gue kasihin. Kalau nggak, coba berdoa, siapa tau jadi ikhlas.

-Catlio-
Choa Chu Kang Tepi Lauuut..

(1) Gue bohong. Kalaupun ada, gue gak akan cerita2 deh.
posted by CaTLio @ 8:57 PM 1 comments


Wednesday, November 04, 2009
IDEAL WORLD

A witty girl that I know once wrote on her blog that Karma is supposed to be a non-existent concept because all the good deeds supposedly sincerely done and all the bad things are pure mistakes, done unintentionally. Unfortunately, we live in a non-ideal world. Some people do good deeds for a reason and some intentionally hurt others.

Years by years, I learned that sincerity is an elusive concept in our world. It's not easy to find someone who just simply help you for the sake of helping. I guess. simply, there is no such thing as a free lunch. And sometime, when sincerity comes out, the world will find its way to test it.

Sometime, sincerity is misinterpreted. Some people mistakenly interpret your good intention. Some people have the courage and spirit to correct the miscommunication or misinterpretation. Some just give a god damn care. Other time, sincerity is considered is not enough. Some people always have the courage and spirit to add their sincerity. Some give a damn care.

I belonged to the latter for two reasons. First, sincerity is a concept that known only to yourselves. Why bother what other people think? Then, I think sincerity is the best medicine to our lives. People think what they want to think, people see what they want to see, people listen to what they want to listen. Why hurt ourselves with what other people think, when we know we can't control it. We can only control ourselves, can't we? For the very least, we can control our intention.

-Catlio-
528
posted by CaTLio @ 7:58 PM 0 comments


Tuesday, June 30, 2009
FIX YOU

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse.


Prevention is always better than cure. Yes. Unfortunately, we do not live in a divine world. Things get damaged. Shoes, computers, pens, wallets, shirts, and, sometime, ourselves. In my company, fixing the damaged goods called disposing a non-conformance. Non-conformance is not equal to damage actually, it is more similar to defect. However, in my opinion, defect is just another form of damage.

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?


So how do we fix? The first step would be to observe. Observe what has been damaged and the damage conditions. Nurses collecting urines and bloods, Polices asking witnesses, Engineers recording the product defects. Attention to detail will be the crucial skill. Missing one important detail lead to the wrong direction of fixing the damage. Those who have eyes for the details always excel in these steps.

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth


All the details lead to the next step. Doctors diagnosing, Detective investigating, Engineers reviewing. The ultimate goal? Finding the root cause of the damage. Is it the eating habit? Is it revenge? Is it operator error? Systematic problem solving, analyzing skills to link all the details gathered are the keys. And sometimes luck is a necessity, to discover the undiscovered. Some people born with a special brain, programmed by The One to be systematic and creative at the same time.

Tears stream, down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face and I..


Some damages are acceptable. The damages are cosmetic. Engineers are not usually bothered by this kind of damages. It does not affect function. Though some perfectionists wants to get it fixed anyway, they are damages that we can live with.

Tears stream, down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face and I..


Finally, Doctors operating, Police arresting the criminals, Engineers disposing. they know what has been damaged and they know how to cure or fix. They know the root cause, they have an educated guess what happened, and they know how to prevent the damage from re-occuring. There are few who love to see some actions and very responsive. They were born for this step


Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you


Unfortunately, there are cases even when you put the best team altogether, some damages are beyond repair. In some cases, you are too late for collecting the data. Some damages were produced so fast, nothing remains. They remain as mysteries. Sometimes, even the smartest people alive are unable to identify what went wrong. At times, even the best hands unable to perform the required actions to repair the damage. These are the times, when the doctor needs to tell the patient that they are really sorry and they have tried their best, when the policemen has to close out the case without being able to identify the guilty person, and when the engineer has to simply produce a new product (hoping it will not be too expensive). There are some damages beyond repair and the only thing left is to let go. Let's hope we shall never be in that situation.

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
[Fix You - Coldplay]
posted by CaTLio @ 1:20 AM 0 comments


Monday, April 27, 2009
MENGEJAR MATAHARI

- Buat mereka yang bertanya, ini jawaban saya-

Kalau suatu hari nanti saya meninggalkan dunia ini, saya berharap saya akan dikenal untuk semangat juang saya. Saya ingin dikenal bahwa saya tidak pernah menyerah sampai titik dimana saya yakin bahwa takdir sudah menggariskan bahwa usaha apapun tidak akan pernah cukup. Sejak kecil, ibu saya seperti membacakan mantra berulang-ulang bahwa kalau saya berusaha pasti saya bisa. Sepertinya, ucapan ibu saya, seperti doa beliau, mengirimkan gelombang getaran terus menerus yang jadi menopang diri saya selama ini.

Tentunya saya mau 'dia', my special someone, sebagai salah seorang yang paling penting dalam hidup saya, akan menjadi salah satu simbol yang mengingatkan saya tentang semangat juang ini. 'Dia' akan jadi hal paling berharga buat saya, tentunya perjuangan saya untuk mendapatkan dia harusnya akan menjadi klimaks dari semua usaha saya.

Buat saya, perjuangan tersulit itu adalah perjuangan mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan nafsu, malas, tinggi hati demi menjadi seorang yang lebih baik. Mengalahkan diri sendiri bukan berarti merubah diri sendiri menjadi orang lain untuk mengikuti norma dan nilai yang berlaku, atau seseorang yang conforming. Tapi dengan meresapi nilai-nilai yang menurut diri kita sendiri lebih baik.

Menurut tanggal lahir saya, saya seorang libra. Sebuah horoskop dengan lambang timbangan. Adil. Dan nilai ini adalah nilai yang saya junjung tinggi selama hidup saya. Sepanjang 28 tahun hidup saya, saya tumbuh bersama orang-orang yang mengajarkan saya bahwa adil itu berarti ketika orang lain memberi A kita harus membalas A. Lalu saya mulai mengaitkan segala kejadian dunia ini kepada nilai Adil tadi, lewat proses karma misalnya. Ini juga menyebabkan saya punya minat yang sangat tinggi akan cara membuat keputusan yang baik dan benar. karena saya yakin keputusan yang baik akan berbuah hasil yang adil, ketika usaha kita sesuai dengan hasil yang kita dapat. Logika dan otak saya, saya gembleng habis2an untuk bisa menghasilkan keputusan2 yang baik.

Beberapa tahun yang lalu, saya mulai menyadari mungkin ada nilai yang lebih baik ketimbang adil. Ikhlas, mungkin mempunyai tempat yang lebih tinggi. Mengerti bahwa adil adalah hak kita, tapi ikhlas adalah sebuat perbuatan yang membawa kita ke sebuah posisi yang lebih tinggi sebagai manusia. Sedikit demi sedikit saya mulai belajar tentang ikhlas, tapi darah dan daging saya terlahir dengan adil sebagai nilai utama, dan saya butuh waktu untuk mencerna. Kesempatan untuk belajar datang berulang kali, saya melewatinya dengan nilai 0 besar. Lalu saya ingat, T pernah bilang "hidup nggak seperti sekolah, kalau fail harus ambil lagi sampai lulus".

Lalu 'matahari' saya datang, dan saya mengerti kalau memang ada satu orang yang akan bisa merubah saya itu dia. Karena saya tidak punya pilihan selain melewati ujian saya dengan baik demi dia dan saya. Kenapa?

Karena dia matahari saya. Dia memang belum menjadi poros dunia saya, tempat jagat raya saya berputar. Itu sebuah konsep bodoh yang saya punya. Siapapun yang jadi poros dunia saya, akan merasa keberatan menanggung satu dunia saya. Itu cuma akan menakuti siapapun yang saya janjikan dunia saya, kecuali kami membangunnya bersama. Dia matahari saya. Dunia saya tetap berputar tanpa dia, Dunia saya memang berjalan tanpa dia. Saya tetap punya tujuan hidup. Saya juga akan tetap tersenyum dan tertawa.
Tapi dia matahari saya, yang menyinari dunia saya, yang membuat dunia saya indah karena saya bisa melihat warna-warni dunia. Yang menghangatkan dunia saya, yang menjadi sumber kekuatan saya. Waktu dia di sisi saya, dunia saya menjadi hidup seutuhnya lewat semua emosi yang ada, takut, kecewa, sedih, gembira, berharap dan cinta. Dan satu waktu nanti, dia akan jadi pusat semesta saya

Catlio
My first post from Scheuen, Celle
posted by CaTLio @ 3:44 AM 1 comments


Monday, November 10, 2008
AKU MILIKMU - IWAN FALS

- Dari oom yang menurut saya identik dengan lagu romantis, bukan lagu-lagu penuh makna politik-

Waktu khan berlalu..
Tapi tidak cintaku..
Dia mau menunggu..
Untukmu, untukmu..
[Aku Milikmu, Iwan Fals]

Catlio
2 Gul Circle
"Dan jika emas yang kita temukan adalah emas asli, kita akan menemukannya utuh saat kita kembali dari pergi kita. Tapi jika emas yang kita temukan adalah emas sepuhan, kita tidak akan menemukan apa-apa saat kita kembali"
posted by CaTLio @ 6:01 PM 1 comments


Thursday, October 30, 2008
IT"S NOT ALWAYS ABOUT US

Belajar adalah bagian dari hidup ini. Secara terus menerus kita belajar hal baru tiap harinya sampai hari kita kembali pada Yang Kuasa. Untuk belajar, kadang kita mampu melewatinya sendiri. Mencari bahan kita sendiri, membacanya, lalu mencari cara untuk mempraktekan yang kita pelajari. Cara lain? Cari orang yang lebih tau dari kita dan jadi muridnya.

Kebanyakan orang mendapati orang tua mereka adalah guru kita pertama. Mereka mengajari kita berbicara, tertawa, makan dan cium tangan (inget gak kalau anak kecil biasanya disuruh cium tangan, kalau ketemu sama kita). Beberapa dari kita menemukan saudara kita yang lebih tua jadi tutor buat kita. Dalam pekerjaan, kalau kita beruntung kita dapat senior yang bisa sabar menjelaskan seluk beluk pekerjaan kita.

Nah yang menarik buat gue, gue sering mendapati mereka yang coba mengajarkan sesuatu ke gue, melakukan hal yang berbeda dengan yang mereka sampaikan. Misal, senior gue insist gue harus melakukan extra checking untuk semua design yang gue lakukan, 100% acurate katanya. Sementara gue sering melihat minor mistakes dalam design dia. Jujur, ini fakta yang suka bikin gue males diajarin sama orang. Fat Mike (NOFX) sings 'Follow what I've said not what I've done'.

Penjelasan pertama untuk hal ini biasanya karena mereka melakukan kesalahan itu dan mereka mau kita lebih baik, dengan menasehati sebaliknya. But hey, this is our own life. We are entitled to make the mistakes our own. Right? We know it better when we fix our own mistakes.

Penjelasan kedua baru gue mengerti akhir-akhir ini. Kadang gue merasa nasehat yang mereka sampaikan itu bukan buat kita, itu ketakutan mereka sendiri. Misalnya, sebagai orang tua kita dinasehati, kamu ati2 jangan main2 sama yang suka mabok, nanti jadi doyan mabuk. Bukan gak mungkin itu sebenernya nasihat untuk mereka sendiri. Bahwa yang sebenarnya prone akan hal itu adalah mereka sendiri.

Gue menyadari bahwa sering sekali, gue merasa seseorang marah gue karena gue melakukan sesuatu hal karena menurut dia/ mereka itu berbahaya tapi menurut gue pribadi itu gak penting. Contoh paling gampang, tentang hubungan kita dengan mantan. Ada beberapa mantan pacar gue yang alergi berat sama mereka yang pernah punya kisah sama gue. Gue pribadi sih nyantai aja, karena menurut gue ya gue udah jelas-jelas over them, dan karena itu gue berani berhubungan dengan santai sama mereka (ini gak berlaku beberapa taun yang lalu sih). Gue melihat juga ada beberapa mantan gue yang santai aja kontak sama mantannya dan ngasih tau gue. Itu karena menurut gue, emang biasa aja. Tapi akhirnya, gue ngerti, mereka yang kelihatan alergi berat sama kontak gue dengan mantan gue itu, adalah mereka yang sebenarnya takut tergoda sama mantan2 mereka sendiri. Leleh karena mengingat apa yang udah pernah lewat, dan mungkin merasakan ada perubahan dari mantannya yang selama ini ditunggu-tunggu.

Gue pernah jadi goblok dan super bodoh dengan berpikir bahwa iya kali ya, prinsip mereka tentang mantan bener dan ngikutin rules mereka. Untungnya, gue ditabok kenceng sama Yang DiAtas untuk buru-buru sadar, bahwa sebenernya itu bukan tentang gue tapi tentang mereka sendiri.

Catlio
2 Gul Circle
posted by CaTLio @ 7:18 PM 0 comments


Wednesday, October 01, 2008
TENTANG MEMINTA DAN MEMBERI MAAF

Gak ada yang lebih pas selain menulis tentang kata 'maaf' di malam takbiran. Setidaknya buat saya pribadi ada tiga alasan yang tepat, besok adalah hari dimana kita akan mengucapkan kata 'maaf' sebanyak-banyaknya dalam satu tahun [1], sebuah tulisan berjudul 'berserah' oleh teman saya yang intinya juga proses memberi maaf [2] dan satu bulan istimewa kemarin yang saya lalui dengan mencoba mengerti lebih baik tentang meminta dan memberi maaf [3].

Saya sudah menulis berulang kali di blog ini langkah-langkah yang menurut saya adalah cara yang paling baik dalam meminta maaf. Satu bulan kemarin, saya mencoba me-refine langkah-langkah ini lebih baik. Saya sadar bahwa selama ini saya melupakan sebuah langkah penting dalam sebuah proses permintaan maaf. Saya lupa bahwa sebelum melakukan sebuah langkah konkret, kita harus mempersiapkan diri untuk melewati proses itu. Semua berawal dari niat, begitu agama saya mengajarkan. Saya sebut langkah itu, step 0.

Ketika kita hendak meminta maaf, menurut saya, alangkah baiknya kalau kita menyadari secara penuh tentang kesalahan kita tersebut. Langkah ini mungkin tidak sesuai jika kita tidak ingat/ sadar dengan kesalahan yang kita perbuat. Tapi jika kita mengerti dan sadar bahwa kita telah menyakiti hati manusia lain, kita seharusnya mengerti apa yang kita buat salah, mengapa itu menyakiti hati orang lain dan apa efek kesalahan kita terhadap orang lain. Langkah ini membuat kita mengerti apa yang harus kita lakukan, membuat kita mengerti akan posisi kita yang telah menyakiti dan memberi kita semangat untuk tidak menyerah saat kita mencoba memperbaiki kesalahan kita. Caranya? gampang, tanya saja sama diri kita sendiri, apa salah kita. Selama kita masih terlalu congkak untuk bisa menulis daftar kesalahan kita, langkah ini belum dimulai.

Langkah kedua jelas meminta maaf atas kesalahan itu. Jelas tanpa langkah pertama, langkah kedua cuma jadi semacam ucapan tidak bermakna. Manusia, pada dasarnya bisa merasakan simpati untuk orang lain. Kita bisa merasakan kesungguhan dan ketulusan sebuah permintaan maaf. Dan biasanya kesungguhan dan ketulusan itulah yang mampu menggerakan hati untuk memberikan maaf. Berapa kali kita sebal dengan orang-orang yang mengucap maaf dengan mudah tapi terlalu congkak untuk meminta maaf dengan serius atau tidak melakukan apa-apa dengan maafnya. "Aduh maaf ya, gue telat 2 jam nih, soalnya tadi kucing gue agak rewel pas gue tinggal" dan janji berikutnya dia telat 2,5 jam. Sampaikan maaf setulusnya dengan menyadari posisi kita sebagai orang yang menyakiti, sampaikan langsung kepada mereka yang kita sakiti bila mungkin. Tidak ada gunanya minta maaf pada Purchasing Division kalau kesalahan kita berpengaruh pada routing Manfucaturing Engineer, khan?

Langkah ketiga, betulkan. Kadang reruntuhan itu tersisa, buat kita benahi dan perbaiki. Reruntuhan itu tidak akan lagi sama, seperti vas bunga yang pecah lalu di rekatkan kembali atau pagar kayu yang telah tertancap paku. Tapi jangan anggap itu hal yang sia-sia, perbaiki kesalahan itu karena itu sebagian dari ketulusan permintaan maaf kita. Jangan terlalu pikirkan yang sudah lewat, pikirkan saja yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki atau mengurangi sakit yang telah kita akibatkan. Saya selalu mendapati mereka, engineer baru di kantor saya, terdiam dan sedih ketika mendapati mereka telah membuat kesalahan. Saya selalu menepuk pundak mereka dan berkata ,"Everyone makes mistake, we are no different. BUt the way we handle our mistakes, our acceptance, and our attitude to fix the mistakes are things that distinguish us from others".

Terakhir, jangan ulangi kesalahan yang sama. Hargai mereka yang sudah kita sakiti dengan belajar dari kesalahan itu. Mereka titik penting dari hidup kita untuk belajar, bukankah mereka sangat baik? Mereka disakiti dan memberi kesempatan kita untuk belajar? Seharusnya, kita tidak menyia-nyiakan waktu, hati dan , mungkin, air mata mereka. Just do not repeat the same mistake.

Dan sekarang, memberi maaf. Peter Parker's Grandfather told him ," With great power comes great responsibility". I always feel that when someone hurt you, your position is brought up to a higher level by God. You are in the position where you have a chance to be closer to God and determine the happiness of the person that hurts you. Jika yang menyakiti kita adalah seseorang yang benar-benar tulus, kita mengambil senyum asli dari wajahnya jika kita tidak mampu memaafkannya. Mereka akan ingat akan kesalahannya dan tidak akan bisa bahagia jika mereka tau kita masih sedih akibat ulah mereka. Dan seseorang pernah bilang ,"jika kita bisa ikhlas memaafkan kesalahan yang terbesar, Tuhan akan mengangkat derajat kita karena kita sudah lulus sebuah ujian besar". Mungkin dia benar, walaupun saya yakin tidak ada satupun manusia di dunia ini yang berhak menyakiti manusia lainnya dengan tujuan memberinya kesempatan untuk menaikkan derajat.

Memaafkan jauh lebih sulit daripada meminta maaf. Ikhlas, itu intinya. Dan ikhlas bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dicapai. Berserah kalau kata teman saya. Sabar, karena proses memaafkan bukan seperti proses membuat kopi instant yang cuma memakan waktu tidak lebih dari 2 menit. It's a long process, it's a process to make peace with yourself, your heart and your brain.

Dimanapun posisi kita, yang terpenting adalah tulusnya niat kita, baik dalam memaafkan dan meminta maaf. Dan juga berdoa, supaya mereka, yang berada di posisi sebaliknya, juga tulus menjalani prosesnya.

To close this post, saya mau menyampaikan permintaan maaf lahir batin yang setulus-tulusnya untuk semua orang yang pernah saya sakiti baik saya sadari ataupun saya tidak sadari. Kalau ada yang sulit untuk mengikhlaskan, kasih tau saya saja kalau ada yang saya bisa lakukan untuk memperbaikinya saya akan coba lakukan.

Saya juga akan mencoba sebaik-baiknya memaafkan semua yang pernah saya rasa menyakiti saya. Dan juga saya ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.

Catlio
Pondok Kopi [4]

[1] Ada yang tau dasar hukumnya? Apakah ini sebuah tradisi atau ini memang dicantumkan dalam kitab suci?

[2] It inspired me.

[3] Alasan kenapa cuma satu acara buka puasa bersama yang saya hadiri.

[4] My first post from my real home.
posted by CaTLio @ 1:40 AM 2 comments


 
.me
Extremely Lazy + Fat + Ambitious + Cynical + Food Lovers + Daydreamer + Bratty + Disruptive
.them
adhitya + adih + afo + amel + anes + arum + ayunilam + bobu + blub + cay + cica + cita + dena + deu + dita + dida + dilla + dini + Dini[S] + dono + edo + etu + fadil + fajar + fina + genny + hanan + imesh + intansky + ite + indi dan rani + larissa + lestia + manda + muna + nauval + nina + otty + okke + rima + sulis + sweeney + tono + toto + tyta + utet + wawa + yasrof
.past
02/01/2003 - 03/01/2003
03/01/2003 - 04/01/2003
04/01/2003 - 05/01/2003
05/01/2003 - 06/01/2003
06/01/2003 - 07/01/2003
07/01/2003 - 08/01/2003
08/01/2003 - 09/01/2003
09/01/2003 - 10/01/2003
10/01/2003 - 11/01/2003
11/01/2003 - 12/01/2003
12/01/2003 - 01/01/2004
01/01/2004 - 02/01/2004
03/01/2004 - 04/01/2004
06/01/2004 - 07/01/2004
07/01/2004 - 08/01/2004
08/01/2004 - 09/01/2004
09/01/2004 - 10/01/2004
10/01/2004 - 11/01/2004
11/01/2004 - 12/01/2004
12/01/2004 - 01/01/2005
01/01/2005 - 02/01/2005
02/01/2005 - 03/01/2005
03/01/2005 - 04/01/2005
04/01/2005 - 05/01/2005
05/01/2005 - 06/01/2005
06/01/2005 - 07/01/2005
07/01/2005 - 08/01/2005
08/01/2005 - 09/01/2005
09/01/2005 - 10/01/2005
10/01/2005 - 11/01/2005
12/01/2005 - 01/01/2006
01/01/2006 - 02/01/2006
02/01/2006 - 03/01/2006
03/01/2006 - 04/01/2006
04/01/2006 - 05/01/2006
05/01/2006 - 06/01/2006
06/01/2006 - 07/01/2006
08/01/2006 - 09/01/2006
09/01/2006 - 10/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
04/01/2007 - 05/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
07/01/2007 - 08/01/2007
08/01/2007 - 09/01/2007
10/01/2007 - 11/01/2007
11/01/2007 - 12/01/2007
12/01/2007 - 01/01/2008
01/01/2008 - 02/01/2008
02/01/2008 - 03/01/2008
03/01/2008 - 04/01/2008
04/01/2008 - 05/01/2008
05/01/2008 - 06/01/2008
06/01/2008 - 07/01/2008
07/01/2008 - 08/01/2008
08/01/2008 - 09/01/2008
09/01/2008 - 10/01/2008
10/01/2008 - 11/01/2008
11/01/2008 - 12/01/2008
04/01/2009 - 05/01/2009
06/01/2009 - 07/01/2009
11/01/2009 - 12/01/2009
02/01/2010 - 03/01/2010
.canvas


Sunrise @ East Coast
photograph by Catlio

.recent
THE END OF LAKESIDE, GOMBAK AND CCK UNITED
----------
IDEAL WORLD
----------
FIX YOU
----------
MENGEJAR MATAHARI
----------
AKU MILIKMU - IWAN FALS
----------
IT"S NOT ALWAYS ABOUT US
----------
TENTANG MEMINTA DAN MEMBERI MAAF
----------
CR7 and Counter Offer
----------
TRUTH and TRUST
----------
LET THEM LEARN
----------